Pengertian dan Tujuan Audit Sistem InformasiAudit Sistem
Minggu, 18 Februari 2018
Jumat, 29 September 2017
GIS Part2 (kelompok2)
Kebutuhan Informasi Spasial (SIG)
•Peneliti Ilmu Kebumian
–Mempelajari fenomena alam
(seperti: gunung meletus dan kebakaran hutan)
•Pemerintah Daerah
–Perencanaan tata ruang wilayah
(perkotaan dan pedesaan)
•Ahli teknik
–Perencanaan pembangunan
(seperti pembangunan dan lintasan jalan serta letak gedung)
•Ahli Lingkungan
–Pengamatan kualitas lingkungan
(seperti air dan udara)
•Sopir
–Bantuan navigasi / perjalanan
(lintasan terpendek untuk menghindari macet, demo, tawuran, banjir, kecelakaan)
•Distributor
–Monitoring stock dan distribusi
(kebutuhan stock dan sumber komoditi serta lokasi konsumen)
5 Komponen GIS
1. Perangkat Keras
(H/W)
Komputer mencakup:
–Komputer tunggal,
–Komputer sistem jaringan dengan server (LAN & MAN)
–Komputer dengan jaringan Global Internet (WAN)
•Perangkat Keras Pendukung
Sistem GIS, meliputi:
–Peralatan untuk Pemasukan Data (Input)
–Peralatan untuk Pemprosesan Data (Process)
–Peralatan untuk Penyajian Hasil (Output)
–Peralatan untuk Penyimpanan (Storage)
2. Perangkat Lunak (S/W)
Perangkat lunak
yang mempunyai fungsi: pemasukan data, manipulasi data, Penyimpanan data,
Analisis Data, dan Penayangan Informasi Geografi
•Beberapa Persyaratan yang harus
dipenuhi dari Software SIG:
–Merupakan DataBase
Management System (DBMS)
–Memiliki fasilitas
Pemasukan dan Manipulasi Data Geografi
–Memiliki fasilitas
untuk Query, Analisis, dan Visualisasi
–Memiliki kemampuan
Graphical User Interface (GUI) yang dapat menyajikan hasil (Penayangan dan
Printout) informasi berbasis geografi dan memudahkan untuk akses terhadap
seluruh fasilitas yang ada.
3. Data
Data merupakan komponen yang sangat penting dalam Sistem Informasi
Geografis.
4. Sumber Daya Manusia
(Manajemen)
•Teknologi SIG menjadi sangat
terbatas kemampuannya jika tidak ada Sumber Daya Manusia (SDM / para pakar)
yang mengelola sistem dan mengembangkan sistem untuk aplikasi yang sesuai.
•SDM Pengguna Sistem dan SDM Pembuat Sistem harus saling bekerjasama untuk mengembangkan teknologi SIG.
•SDM Pengguna Sistem dan SDM Pembuat Sistem harus saling bekerjasama untuk mengembangkan teknologi SIG.
5. Metode (Methods)
•Model dan Teknik Pemrosesan yang perlu dibuat untuk
berbagai aplikasi SIG.SubSistem SIG
Metode Input
1. Manual Digitizing (vector)2. Scanning (raster)
3. Remote Sensing (raster)
4. Existing Digital Data (vector and/or raster)
1.Digital Base Maps (vector)
2.Databases
•Sumber masukan data
–Peta (bentuk non-digital dan rata2 berbasis vektor)
–Data survei atau statistik
–Data inderaja (Penginderaan Jarak Jauh / Remote Sensing) hasil klasifikasi dan interpretasi (bentuk digital dan berbasis raster, cakupan luas, waktu pengumpulan relatif singkat, bisa multiband, multisensor, multiresolusi, dan multitemporal).
•Global Positioning Systems (GPS)
–Sistem satelit orbit-bumi yang dapat memberikan posisi lokasi pada permukaan bumi dengan tepat (100 meter hingga sub-cm) berdasarkan koordinat lintang (latitude) / bujur (longitude).
–Sistem yang terdiri dari 24 satelit (21 satelit aktif & 3 satelit cadangan) yang mengorbit di bumi yang memancarkan sinyal waktu yang sangat presisi.
–Sinyal-sinyal diterima oleh peralatan elektronik khusus yang biasa disebut GPS receiver.
–Dapat memberikan pengukuran posisi di permukaan bumi secara langsung.
•Remote Sensing (RS)
–Menggunakan satelit atau pesawat untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi.
–Berupa foto digital dengan akurasi peta.
–Satelit2 yang ada berbeda, berdasar seberapa detail informasi bisa didapat, dan spektrum elektromagnetik yang di-’rasakan’.
–Sinyal2 dari satelit dipancarkan ke Stasiun Penerima Bumi à kemudian sinyal2 tersebut ditransformasikan menjadi suatu gambar digital.
Contoh Data Input

Data Output
•Menampilkan /menghasilkan keluaran seluruh /sebagian basisdata baik dlm bentuk softcopy (on-screen or electronic file) atau hardcopy (paper or film).•Perlu untuk mengkaji kualitas, akurasi, dan kemudahan dlm penggunaannya utk menghasilkan output yg diinginkan.
•Umumnya sistem berbasiskan vektor yg dpt menghasilkan peta berkualitas lebih tinggi dari pada sistem berbasiskan raster.
•Data Output Devices:
–Pen Plotters, Ink Jet Plotters, Thermal Plotters
–B/W & Color Printers
–Electrostatic Plotters
–Optical Film Writers
Proses SIG
Pendekatan secara Geografis
•Berdasarkan pendekatan dan lokasi geografis, GIS membuat hubungan diantara beberapa aktifitas/kasus:–Melihat data secara geografis sering dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam serta gambaran yang lebih jelas
–Menghubungkan antara beberapa aktifitas/kasus sering tidak dapat dilakukan tanpa GIS, padahal hal tersebut sangat penting untuk dilakukan
–Misal: kita bisa menghubungkan antara sumber polusi dengan wabah penyakit
Beberapa Contoh Penggunaan GIS
•Jaringan jalur transportasi (jalan):–Pengalamatan, rute kendaraan, penjadwalan kendaraan, analisa lokasi, dll.
•Manajemen fasilitas:
–Penempatan pipa dan kabel bawah tanah, load- balancing jaringan listrik, perencanaan perawatan fasilitas, dll.
•Pengelolaan/pembagian area:
–Pembuatan zona2 (RT,RW,dll), pengaturan kualitas air, rencana pembangunan.
•Berbasis pada Sumber Daya Alam:
–Pengelolaan hutan, perencanaan tempat rekreasi, pengaturan lahan pertanian, pemodelan air tanah, dll
Area Penggunaan GIS
•Utilities•Marketing
•Transportation
•Urban / Cadastre
•Health provision
•Epidemiology
•Demography
•Emergency response
•Social sciences and humanities
•Natural Resources Management
•Ecology
•Climatology
•Global change research
•Oceanography
•Famine early warning
•Navigation
•Agriculture
GIS Part 1
Pada
awalnya beberapa pengguna (peminat) membuat dan membutuhkan peta, meliputi:
bidang militer, urusan pertanahan, dinas suvei dan pemetaan (topografi),
geodesi/geomatika, hidrografi, kartografi, pengelola sumber daya alam dan
perencanaan & teknik sipil.
Saat
ini, hampir semua komunitas bisnis ingin menampilkan semua entity keseluruhan
yg terkait bisnisnya diatas peta.
–Informasi: progres kerja,
konteks, lingkungan, entitas eksternal, kompetitor, rekanan.
–Maupun untuk: DSS, strategi
promosi, distribusi, ekspansi, dsb.
Yang disebut
dengan PETA, adalah:
– Representasi 2D dari suatu
ruang 3D.
– Gambaran rupa bumi yang
diproyeksikan pada medan datar.
– Gambaran suatu wilayah yang
didalamnya memuat berbagai informasi tentang wilayah tersebut.
Sedangkan, ilmu yg mempelajari
pembuatan peta disebut kartografi.
Bentuk Peta:
–Peta secara manual (kertas,
kulit hewan)
–Teknologi komputer (computer
mapping): sbg alternatif untuk menyajikan peta secara lebih tepat dan cepat.
Karna mampu menampilkan gambar & grafik baik 2D dan 3D, serta kemampuan
komputasi dalam menangani database.
Peta memuat data yg mengacu
(me-reference) ke permukaan bumi, menurut:
(a) Posisi (lintang bujur),
maupun
(b) Informasi (atribut) yg
terkandung pada posisi tsb.
Jenis - Jenis Peta

•Peta Multiguna
– Menggambarkan topografi suatu
daerah (kondisi fisik: gunung, danau, kota, dsb.) dan batas-batas administrasi
suatu wilayah (kelurahan, kecamatan, propinsi, negara).
•Peta Tematik
– Menampilkan distribusi
keruangan dari kenampakan seperti vegetasi, tanah, geomorfologi, geologi dan
sumber daya alam.
•Peta Sosial Ekonomi
– Peta kependudukan, desa
tertinggal, peninggalan sejarah, dll.
Dengan
kebutuhan suatu peta yg memuat berbagai informasi atributnya berferensi
georgafis, maka perlu adanya sistem informasi berbasis komputer yg handal dan
cepat dalam pembuatan dan pengolahannya, sehingga dibangunlah SIG (Sistem
Informasi Geografis).
SIM Vs SIG
•Sistem Informasi Manajemen
(SIM): sistem informasi yg digunakan utk menyajikan informasi dlm mendukung operasi,
manajemen, dan pengambilan keputusan dlm suatu organisasi.
•Sistem Informasi Geografis
(SIG): sistem berbasis komputer yg digunakan utk menyimpan dan memanipulasi
informasi geografis.
•SIG menggunakan data yg
berferensi geografis (data dikaitkan dgn letak geografis/koordinat spasial
permukaan bumi) untuk mendukung analisa spasial.
Beberapa definisi GIS
• GIS merupakan Suatu rangkaian
tool yang powerful untuk mengumpulkan, menyimpan, mendapatkan kembali,
mentransformasikan dan menampilkan data spasial dari dunia nyata untuk
kepentingan tertentu, Burrough and McDonnell 1998.
• GIS merupakan sistem informasi
yg digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah,
menganalisis, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospasial,
utk mendukung pengambilan keputusan dlm perencanaan dan pengelolaan penggunaan
lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan
pelayanan umum lainnya. (Murai dalam Prayitno, 2000).
Informasi Geografis / Geospatial
•Menyangkut lingkungan, wilayah
dan isinya, tidak hanya menyangkut potensi dan distribusi sumber dayanya,
tetapi juga menyangkut keruangan dan ekologi dalam konteks suatu wilayah, baik
bagian darat, laut maupun lingkungan kehidupan.(ekologi: ilmu yg mempelajari
baik interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya).
•Merupakan representasi
fakta-fakta dari kondisi fisik maupun sosial ekonomi yang ada
di permukaan bumi. Fakta-fakta
tsb merupakan hasil dari penelitian dan pengamatan.
Karakteristik SIG
•Merupakan hasil pengembangan
perangkat keras (hardware) dan lunak (software) untuk tujuan pemetaan, sehingga
fakta wilayah dapat disajikan dalam satu sistem berbasis komputer.
•Melibatkan para ahli / pakar
geografi, informatika dan komputer, serta para ahli dan aplikasi terkait.
•Masalah dalam pengembangan
meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi
data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision
support system serta penerapannya.
•Perbedaannya dengan Sistem Informasi
lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis (posisi/koordinat), dan terdiri
dari data tekstual maupun grafik.
•Bukan hanya sekedar pengubahan
peta konvensional (tradisional) ke bentuk peta digital untuk kemudian disajikan
(dicetak / diperbanyak) kembali.
•Tetapi mampu mengumpulkan,
menyimpan, mentrans- formasikan, menampilkan, memanipulasi, memadukan dan
menganalisis (manage) data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
•Mampu menyimpan data dasar yang
dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah (problem solving) atau untuk
memudahkan bagi para pengambil keputusan (decision support system). Contoh:
penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasar seperti curah
hujan, suhu, angin, kondisi awan.
•Data dasar biasanya dikumpulkan
secara berkala dalam jangka yang cukup panjang. (dijitasi peta, informasi
atribut).
5 Cara Memperoleh Data/Informasi Geografis
1.Survei lapangan:
– Pengukuran fisik (land marks),
pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial,
politik, ekonomi dan budaya).
2.Sensus:
– Dilakukan dgn pendekatan
kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara nasional dan
periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
3.Statistik:
– Merupakan metode pengumpulan
data periodik/per-interval-waktu pd stasiun pengamatan dan analisis data
geografi tersebut.
– Contoh: data curah hujan.
4.Tracking:
– Merupakan cara pengumpulan
data menurut periode tertentu utk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan.
– Contoh: kebakaran hutan,
gunung meletus, debit air sungai.
5.Penginderaan jarak jauh
(inderaja atau Remote Sensing):
– Merupakan ilmu dan seni utk
mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui analisis data
yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dgn obyek,
wilayah atau fenomena yg diamati.
3 Aspek Penting dari Mutu Informasi Spasial (SIG)
1.Kuantitas luas areal tingkatan
wilayah yg diperlukan (cakupan: seluruh area atau hanya bagian area tertentu
saja).
2.Kualitas dan tingkat kepercayaan
data yg dikumpulkan (metode pengumpulan, ketelitian, update terakhir,
referensi, dll).
3.Kecepatan dan ketepatan
perolehan informasi yg dibutuhkan (tingkat kepuasan pemakai).
3 Pendekatan Analisis SIG
1.Spatial Analysis (analisis
keruangan):
–Faktor-faktor dan pola
penyebaran serta pengendalian pola untuk tujuan efisiensi dan keseimbangan.
2.Ecological Analysis (analisis
ekologis):
–Interpretasi hubungan atau
interaksi antara manusia dan variabel lingkungan.
3.Regional Complex Analysis
(analisis komplek wilayah):
–Kombinasi dari pendekatan
analisis diatas.
Langganan:
Postingan (Atom)


